Mau sedari manapun Surabaya di pandang, aku masih ingin menatapnya dengan perasaan yang sama, memutar ingatan tentang bagaimana aku bermain-main dengan perasaan sedih yang menyamar jadi tawa.
Di halaman yang jarang di temukan orang ini, aku cuma mau membuat pernyataan bahwa aku tidak pernah menemukan keinginan" untuk kembali pada masa lalu itu, meski aku tidak bisa bohong bahwa sekilas tentangnya pernah hadir dalam bahasa rindu, tapi tidak! Logika ku dengan jelas bisa mengingat semua kesalahan yang memang seharusnya tidak pernah ku ulang.
Sebab dari banyak celah yang sakitnya masih tersisa, aku tau teduh itu ku temukan dari sana.
Dulu, ku kira pelarian luka itu nyata, tapi sehancur aku 3 thn lalu, ada sepasang tangan yang menggenggam ku dengan sebenar-benarnya cinta, sebuah kata yang belum ku percaya, tapi dia ada untuk memelukku dengan cara paling sempurna.
Manusia yang saat ini mengenalku lebih dari diriku sendiri. Yang akan terus ku jadikan tokoh di kalimat-kalimatku. Dia, yang punya banyak cara untuk menggandeng tanganku dengan bahasa sayangnya.
Untuk kamu, partner makanku. Makasih untuk hari-hari lucunya, maaf yaw tulisannya harus sedikit flashback ke masa dulu xixi. Semoga kamu senyum saja saat baca, jangan marahi aku ya :v
terima kasih sudah menjagaku dengan perasaan yang setara, bearku :)

Komentar
Posting Komentar